HOW TO - WHV Part 1: Berburu Surat Rekomendasi Untuk Pengajuan Visa Bekerja dan Berlibur Australia


Pernahkah kamu membayangkan bisa liburan panjang tanpa jeda selama 12 bulan penuh? Bisa banget! Dengan memiliki visa Work and Holiday, kita bisa bebas liburan selama setahun di Negeri Kangguru, Australia. Sembari jalan-jalan, kita juga bisa dapat uang jajan dengan bekerja paruh waktu di negara bagian mana pun yang kita suka. Mau tahu bagaimana caranya, simak saja artikel berikut ini!

Apa itu Work and Holiday Visa?

Sebelum saya jabarkan bagaimana cara mendapatkan visa ini, ada baiknya pelajari dulu tentang apa itu Visa Bekerja dan Berlibur atau yang disebut juga dengan Work and Holiday Visa (WHV). Visa bekerja dan berlibur merupakan sebuah produk hasil kerjasama antara Pemerintah Australia dan Indonesia yang diresmikan pada tahun 2009. Tujuan utamanya adalah mendorong para pemuda-pemudi Indonesia agar bisa melakukan pertukaran budaya sembari berlibur dan atau melakukan pekerjaan jangka pendek di Australia selama rentang waktu 12 bulan. Jumlah kuota yang disepakati pada awal dikeluarkan program ini hanya 100 orang per tahun. Namun pada tahun 2012, jumlah tersebut dinaikkan menjadi 1000 orang per tahun. Yuhuu..

Visa bekerja dan berlibur ini ada sebenarnya 2 tipe, yaitu Working Holiday (subclass 417) dan Work and Holiday (subclass 462). Namun, perlu diperhatikan bahwa yang berlaku untuk warga negara Indonesia adalah Work and Holiday (subclass 462). Jadi jangan salah isi formulir ya.

Sebelum mengajukan WHV, seluruh calon peserta wajib melakukan wawancara dengan pihak Imigrasi terlebih dahulu. Jika lolos seleksi dokumen pada saat sesi wawancara tersebut, pihak Imigrasi akan memberikan Surat Rekomendasi Pemerintah Indonesia (SRPI). Ini adalah dokumen yang wajib banget ada untuk lanjut ke tahapan selanjutnya.

Bagaimana cara mendapatkan SRPI?

Nah, berhubung dokumen ini adalah surat sakti yang bisa membawa kamu selangkah lebih dekat dengan WHV. Ada baiknya untuk memberikan perhatian ekstra untuk melengkapinya dengan sempurna. Selain kelengkapan dokumen, saya sarankan juga untuk super sabar karena jumlah peserta yang mendaftarkan diri bisa sampai 4 kali lipat dari jumlah kuota yang ada. Menurut pengalaman saya selama mengajukan visa ini, saya mesti menunggu hingga kurang lebih delapan bulan dari pendaftaran awal. Huhuhu..



Untuk melakukan registrasi wawancara dengan pihak Imigrasi, prosesnya bisa dibilang mudah. Saya cukup mengisi data diri di formulir khusus yang sudah disediakan di situs www.imigrasi.go.id atau bisa langsung diunduh di sini. Pendaftaran wawancara ini dibuka setiap bulan Juli setiap tahunnya atau mengikuti awal tahun finansial pemerintahan Australia. Sebelum mendaftarkan diri, ada beberapa persyaratan yang mesti kita ketahui yaitu:

1. Telah berusia 18 tahun atau belum berusia 30 tahun pada saat pengajuan permohonan surat rekomendasi. Kalau ada yang sudah berusia 30 tahun, masih diperbolehkan untuk mendaftar asalkan belum masuk umur 31 tahun.

2. Memiliki kualifikasi setingkat perguruan tinggi atau telah menjalani pendidikan di perguruan tinggi setidak-tidaknya 2 (dua) tahun pendidikan. Ini dibuktikan dengan Ijazah dan Transkrip Nilai bagi yang sudah lulus kuliah atau Surat Keterangan Mahasiswa yang dikeluarkan oleh pihak kampus bagi yang masih berstatus mahasiswa.

3. Belum pernah mengikuti program bekerja dan berlibur sebelumnya. Jadi, program ini hanya bisa diikuti satu kali saja seumur hidup. Makanya kalau memang ada kesempatan, boleh banget lho coba ikut program ini.

4. Memiliki paspor yang berlaku sekurang-kurangnya 18 bulan. Berdasarkan pengalaman teman-teman yang lain, kalau ternyata pada saat dipanggil wawancara masa berlaku paspor sudah kurang dari batas yang diminta maka nanti akan diberikan waktu untuk perpanjangan paspor oleh pihak Imigrasi. Namun, ada baiknya diperpanjang saja lebih dahulu jika memang berniat untuk mengajukan WHV.

5. Memiliki tingkat kemahiran berbahasa Inggris sekurang-kurangnya tingkat fungsional yang dibuktikan dengan Sertifikat IELTS dengan minimum skor 4.5. Tidak perlu khawatir kalau bahasa inggrisnya tidak begitu lancar, yang terpenting kita pede melakukannya.

6. Tidak disertai oleh anak-anak di bawah umur. Bagi yang sudah menikah diperbolehkan untuk mendaftar, tapi tidak boleh membawa anak. Walaupun sudah menikah, masing-masing orang wajib mendaftarkan dirinya secara perseorangan.

7. Memiliki sejumlah dana seharga tiket pergi-pulang dan untuk membiayai keperluan selama masa awal tinggal di Australia. Ini penting sekali mengingat biaya hidup di sana terbilang mahal dan sangat berbeda dibandingkan di Indonesia. Sedikitnya kita diwajibkan memiliki dana sekitar AUD 5000 di tabungan sebagai salah satu persyaratan pengajuan visa ini.

8. Surat Rekomendasi berlaku 1 bulan sejak tanggal dikeluarkan. Jadi setelah berhasil mendapatkan surat sakti ini, kita harus buru-buru mengajukan pendaftaran visa ke AVAC (Australia Visa Application Centre) supaya tidak expired.

9. Permohonan Surat Rekomendasi tidak dapat diwakilkan. Seluruh proses pengajuan surat rekomendasi ini bersifat personal dan harus dilakukan secara perseorangan. 

Jika calon pendaftar merasa sudah memenuhi persyaratan di atas, maka selanjutnya akan diminta untuk melengkapi beberapa persyaratan wajib guna mendapatkan Surat Rekomendasi Pemerintah Indonesia (Letter of Government Support) tersebut. Lengkapilah persyaratan dokumen ini dengan sempurna supaya tidak repot lagi di belakangnya.
Apa saja persyaratan SRPI?

Beberapa persyaratan yang harus dilengkapi untuk mendapatkan SRPI, diantaranya:

1. Mengisi Formulir Identitas yang bisa diunduh di sini. Isilah dengan lengkap sesuai kartu identitas yang dimiliki, tempelkan foto terbaru di atasnya lalu difotokopi. Pastikan untuk tulis email yang valid karena pengumuman wawancara Imigrasi akan dikirimkan via email nantinya.

2. Kartu Tanda Penduduk (KTP), karena sekarang sudah diberlakukan seumur hidup maka KTP yang masih ada tanggal berlakunya tidak akan jadi masalah. Jangan lupa difotokopi.

3. Akte Kelahiran dan fotokopinya.

4. Paspor dengan masa berlaku minimal 18 bulan. Jadi kalau ada yang masa berlakunya kurang dari yang ditentukan, buatlah perpanjangannya terlebih dahulu. Fotokopi saja bagian yang ada identitasnya.

5. Sertifikat pendidikan untuk yang telah lulus atau surat keterangan sebagai mahasiswa aktif setidaknya 2 tahun dibuktikan dengan surat keterangan dan Kartu Tanda Mahasiwa (KTM) dari perguruan tinggi yang bersangkutan. Menurut informasi dari pihak imigrasi, pendidikan terakhir yang memenuhi syarat adalah D3 dan S1 dari jurusan apapun. Buat fotokopi untuk setiap dokumennya.

6. Memiliki sertifikat kemampuan berbahasa Inggris IELTS dengan minimal score 4.5, boleh menggunakan kategori General Training atau Academic. Kalau saya ambil tes di British Council Jakarta, klik di sini untuk cari tahu informasi selengkapnya. Penting untuk difotokopi. Kalau yang kuliahnya pakai pengantar bahasa inggris, biasanya cukup pakai surat keterangan saja dari kampus. Apalagi buat pemohon yang memang kuliah di luar negeri, sepertinya gak perlu IELTS lagi. CMIIW ya!

7. Surat keterangan bank / bank reference sebagai bukti kepemilikan dana atas nama pribadi pendaftar dengan jumlah minimal AUD 5000 (lima ribu Dollar Australia). Jika rekening tabungan tersebut bukan atas nama pribadi pendaftar wajib melampirkan surat sponsor / jaminan dari pemilik rekening dibuktikan dengan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga. Nah, ini agak tricky karena kita hanya bisa pinjam rekening anggota keluarga kita saja bagi yang belum punya rekening. Tapi lebih mudah kalau uangnya ditransfer ke rekening milik diri sendiri. Perlu diingat bahwa yang diminta oleh pihak Imigrasi hanyalah bank reference saja bukan uangnya. Tidak perlu ada pengendapan dana selama 3 bulan atau lebih dan tidak perlu cetak rekening koran. Proses pembuatannya bisa dalam hari yang sama atau maksimal 1 hari kerja, tergantung ketentuan masing-masing bank. Minta fotokopinya ke petugas Customer Service.

8. Pas foto terakhir berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 1 lembar dengan latar belakang putih. Tempelkan foto ini di atas formulir identitas. Foto ini nanti juga dapat digunakan saat mengajukan permohonan visa di AVAC, jadi tidak masalah kalau mau dicetak beberapa lembar.


Bagaimana cara cek jadwal wawancara Imigrasi?
Setelah formulir berhasil diajukan secara online, maka saya tinggal menunggu panggilan wawancara saja. Untuk mengetahui apakah jadwal wawancara sudah keluar atau belum, bisa langsung dicek di http://www.imigrasi.go.id/index.php/en/layanan-publik/rekomendasi-work-and-holiday-visa#jadwal-wawancara. Sayangnya pada tahap menunggu jadwal wawancara ini, tidak ada notifikasi pemberitahuan yang akan dikirim ke email pendaftar. Jadi saya harus sering-sering cek jadwal wawancara tersebut melalui alamat situs yang sudah disebutkan di atas.


Ketika jadwal sudah keluar, pastikan nama kita ada di dalamnya lalu cetak untuk dibawa saat hari wawancara. Semua berkas harus dibawa yang asli dan fotokopinya, tanpa terkecuali. Usahakan tidak ada data yang ketinggalan supaya bisa cepat dan langsung diproses. Pihak Imigrasi akan memberikan sepucuk tanda terima sebagai bukti penyerahan dokumen pengajuan SRPI. Sampai pada tahap ini, kita tinggal menunggu surat sakti tersebut dikirimkan ke email terdaftar kita. Prosesnya bervariasi bagi setiap orang, berkisar antara 1 - 7 hari kerja. Saya sendiri wawancara tanggal 17 Januari, lalu dapat surat tersebut pada tanggal 22 Januari.
 
Direktorat Jenderal Imigrasi 
Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia 
Jl. H. R. Rasuna Said Kav.X-6 Kuningan-Jakarta Selatan 
Call Center : 021 5224658 ext. 2702 Fax : 021 5225038
Tips wawancara:
1. Patut diperhatikan bahwa dalam proses pengajuan SRPI ini tidak dipungut biaya apa pun. Waspada kalau ada yang minta bayaran ya!
2. Sertifikat bahasa Inggris dalam bentuk prediksi tidak diterima. Yang berlaku hanya IELTS saja.
3. Seluruh dokumen asli dan fotokopi dilampirkan saat wawancara. Petugas akan mengambil fotokopi dokumennya. Setiap berkas difotokopi dalam kertas A4 dan tidak perlu digunting (untuk salinan KTP).
4. Seluruh dokumen harus lengkap dan dimasukkan dalam map kertas berwarna biru (merk apa pun) sesuai urutan di atas.
5. Pakailah baju yang sopan saat wawancara, tidak ada dresscode khusus. 
6. Datanglah seawal mungkin ke tempat wawancara. First come, first serve.

Berhubung SRPI hanya berlaku 1 bulan saja, maka saya langsung buru-buru melakukan pemeriksaan medis terlebih dahulu. Kemudian mengajukan permohonan visa ke Australia Visa Application Centre yang berlokasi di Kuningan City, Jakarta. Kalau ada pertanyaan, boleh komentar di bawah ya. Buat kamu yang mau mengajukan permohonan surat rekomendasi ini, semangat yaaaa!!!!

***

You Might Also Like

5 comments

  1. Mau nanya, pembayaran visanya kalo kita lolos kan ya? Sama medical check up nya, dibayar dlu atau gimana pengrusannya, takutnya uda bayar tp gak lolos, mohon responnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, jadi pertama bayar MCU dulu baru bayar visanya. Walaupun sudah bayar visa, belum tentu visa kita langsung disetujui oleh pihak kedutaan mereka. Tapi kalau misalnya semua dokumen lengkap dan hasil MCU juga bagus bisa jadi lebih mudah lolosnya. Hehehe..

      Delete
  2. Maaf mau nanya gan. Misalnya udah isi formulirnya, terus bagaimana cara mengajukan formulirnya / bagaimana cara daftar online di web nya immi?
    Thankyou gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan buka situs Imigrasi Indonesia bagian Visa Bekerja dan Berlibur untuk pendaftarannya. Atau untuk lebih mudahnya, bisa cari di Google dengan keyword "Rekomendasi Visa Bekerja dan Berlibur".

      Delete
  3. hi, mau tanya untuk pendaftaran whv 2018 dibuka tanggal berapa ya? dimana ya bisa dapat info2 whv ini. trims

    ReplyDelete

INFORMATION

INFORMATION
Untuk informasi dan kontak, silakan hubungi email : mail.earthcircus[at]gmail.com atau bisa juga dikontak via DM Instagram: @addie_valent

Total Pageviews

Copyright

Tulisan yang dimuat pada situs ini adalah pandangan pribadi penulis yang bersifat opini dan personal. Semua konten yang dibuat di situs ini hanya ditujukan untuk membagi informasi dan rekreasi semata. Penulis tidak bertanggungjawab pada segala bentuk ketidak-akuratan maupun kelalaian penggunaan informasi yang ada pada halaman situs ini.

Kecuali disebutkan lain, tulisan dan foto yang ada di blog ini adalah milik penulis. Pengutipan tulisan dan pemakaian foto untuk tujuan non-komersial diperbolehkan, namun harus mencantumkan referensi link ke situs ini.