TRAVELING - Yang Serba Murah di Thailand


Percaya gak kalau banyak yang serba murah di Thailand? Gak cuma makanan, tapi juga yang lainnya. Dari perjalanan saya ke Thailand, ada beberapa catatan ajib yang berguna banget buat kamu yang mau traveling ke kota yang identik dengan Gajah ini.

Waktu kunjungan singkat ke Bangkok, saya berjanji gak mau banyak belanja di sana. Alasannya takut uangnya gak cukup. Tapi ternyata, barang bawaan saya malah berakhir jadi 2 kali lipat dari sebelumnya. Oke, saya akui kalau saya khilaf. Sebenarnya saya sengaja bawa uang tunai Baht 2000 saja, karena memang tujuan awalnya gak ada niat untuk belanja. Tapi tuhan berkehendak lain. Akhirnya saya keracunan untuk tarik tunai Baht 2000 lagi di sana. Bahkan, saya sampai 3 kali tarik tunai! Kacau!


Anyway, sebelum masuk ke yang serba murah. Saya mau kasih tahu dulu sedikit tentang biaya tarik tunai di ATM lokal sana. Kebetulan saya memang baru pertama kali melakukan tarik tunai kemarin, jadi masih belum tahu berapa biaya penarikannya. Ternyata, biaya untuk sekali tarik tunai di ATM itu adalah Baht 220 (yang kalau dikonversi ke rupiah menjadi lumayan merogoh kocek). Coba bayangkan kalau saya sampai ambil uang 3 kali, itu berarti saya kena biaya sebesar Baht 660. Uang segitu udah bisa bayar hostel 2 hari. Belum lagi nanti ada withdrawal charges dari bank penerbit kartu ATM saya sebesar IDR 20,000 per transaksi. Itu artinya saya mesti bayar tambahan biaya lagi sebesar IDR 60,000. Coba hitung totalnya berapa. Ini penting sekali untuk diperhatikan, apalagi kalau kita termasuk orang yang gampang bocor dan suka sekali belanja banyak hal. Ada baiknya kalau kita tukarkan uang dalam jumlah besar sekaligus daripada harus bolak-balik ambil uang di ATM lokal yang biayanya itu gak sedikit juga. Lumayan kan kalau withdrawal charges-nya buat belanja. Hahaha.. Tapi juga jangan bawa terlalu banyak uang, kecuali kalau kamu mau buka bisnis di sana. Lol..

Oke, langsung ke topiknya yuk!


TRANSPORTASI UMUM

Ada banyak pilihan transportasi umum di Thailand mulai dari bus, taksi, kereta api, BTS, tuk tuk dan sebagainya. Di sana, kendaraan paling ikonik di kalangan para pelancong adalah tuk tuk. Sebenarnya kendaraan serupa tuk tuk ini juga ada banyak di beberapa negara lainnya, termasuk di antaranya bajay yang ada di Indonesia dan riksha di India. Sayangnya, tidak sedikit supir tuk tuk yang mematok harga tinggi (bahkan bisa lebih tinggi daripada taksi konvensional) terutama untuk para turis asing yang hendak bepergian ke tempat wisata menggunakan kendaraan ini. Supir taksi pun juga kadang ada yang nakal soal harga, mereka tidak mau menggunakan argometer dengan alasan karena macet lalu mematok harga asal-asalan.

Untuk jarak dekat, kedua moda transportasi di atas bisa mematok harga sekitar Baht 200 hingga Baht 350 sekali jalan. Pilihan lainnya adalah BTS atau Bangkok Mass Transit System yang berkisar dari Baht 15 sampai Baht 1.000 tergantung banyaknya jenis tiket yang ingin dibeli. Pengelola BTS menyediakan pilihan harga bervariasi untuk jenis tiket single journey, one day pass dan 30-day smartpass.

Dari semua pilihan di atas, yang paling murah biayanya adalah bus dan kereta api. Jangkauan harga sekali naik bus hanya sekitar Baht 20 sampai Baht 40 saja. Sepengalaman saya naik kereta api yang jaraknya jauh sekali pun--kurang lebih 3 jam perjalanan-- hanya dikenakan biaya sebesar Baht 30 saja. Murah kan!


PENGINAPAN

Kalau urusan penginapan, biasanya disesuaikan dengan selera masing-masing pelancong. Thailand terkenal sebagai salah satu negara yang selalu jadi incaran turis dari seluruh dunia, makanya banyak sekali ragam pilihan tempat penginapan di sana. Mau yang berbintang? Ada. Mau yang murah meriah? Banyak banget!

Sesuai penelusuran saya sebelum pergi ke Bangkok dan beberapa kota lainnya di Thailand, saya menemukan banyak sekali tempat penginapan dengan kisaran harga Baht 250 atau setara dengan IDR 100,000 per malam. Harga segitu ada yang sudah termasuk sarapan, seperti hostel yang pernah saya tempati waktu itu. Fasilitasnya sudah memadai mulai dari tempat tidur (ala bunk bed) yang nyaman, ruangan ber-AC, kamar mandi dengan shower air hangat, balkon atau lobby untuk kongkow bareng, kafe, dan wifi gratis. Lokasinya pun strategis sekali, ada di pusat kota Bangkok. Kalau kamu kebingungan mau berwisata ke mana, pihak pengelola juga bisa membantu mencarikan paket tur wisata dengan harga yang cukup bersahabat.


MAKANAN

Nah ini yang dicari banyak orang! Kebetulan saya suka banget sama Thai cuisine, tapi sayangnya di Jakarta gak terlalu banyak yang jual. Rata-rata harga makanan khas Thailand di sini itu mahal, bisa sampai beberapa ratus ribu untuk sekali makan. Restoran Thailand yang saya rekomendasikan di daerah Jakarta antara lain Suan Thai, Jittlada, dan Thai Alley.

Selama di Thailand, saya mencoba berbagai masakan khas sana mulai dari appetizer, main course sampai dessert. Huhuhu.. rasanya enak banget tapi jauh lebih murah. Dan enaknya lagi, gak perlu masuk restoran untuk mencoba semua menu itu. Yaiyalah namanya juga negara asalnya, jadi banyak makanan khas yang bisa ditemukan di pedagang kaki lima.

Satu porsi hidangan utama seperti pad thai dihargai sekitar Baht 80, tom yum sekitar Baht 120, kuai tiao ruea sekitar Baht 40, dan khao pad poo sekitar Baht 90. Hidangan lain seperti som tam bisa didapatkan dengan harga Baht 35 saja.


JAJANAN

Buat yang suka jajan, gak perlu khawatir sama harga jajanan di sana. Murahnya sama kaya jajanan yang ada di pasar malam di sini, bahkan bisa lebih murah. Aneka ragam sate ayam, seafood dan bakso tusuk dihargai sekitar Baht 5 sampai Baht 20 saja per buahnya. Kalau mau dicampur dengan sticky rice, cukup tambah Baht 20. Sedangkan potongan buah mangga, nanas dan lainnya bisa didapatkan dengan harga Baht 30 saja per bungkus. Tapi yang jadi juaranya menurut saya adalah cumi bakar. Cumi segar yang utuh ditusuk dengan tusukan sate lalu dibakar sampai matang lalu disiram dengan sambal asam khas Thailand yang ada potongannya mangga muda dan nanas. Rasanya benar-benar nikmat sekali!

Cuaca di sana itu panas banget, jadi bawaannya haus terus. Untungnya banyak pedagang kaki lima yang menjual beragam minuman dingin. Segelas cha yen bisa didapatkan dengan harga Baht 30, sedangkan coconut ice cream harganya cuma Baht 50 saja. Saya masih ingat betul ketika si penjual es krim itu menanyakan apa esnya mau ditambahkan syolet apa gak. Saya sampai terdiam 2 menit, menganalisa apa itu syolet. Ternyata yang dia maksud adalah chocolate sauce (yang bentuknya kaya selai coklat botolan). Akhirnya gue pun ngakak sendiri.. hahaha.


SOUVENIR

Kalau kamu pergi ke Thailand, kurang pas rasanya kalau belum beli beberapa buah tangan untuk dibawa pulang. Tapi saya sarankan untuk belanja di pasar tradisional saja seperti Weekend Market Chatuchak atau Night Market Asiatique, karena harganya jauh lebih murah ketimbang beli di pusat perbelanjaan seperti MBK Shopping Centre atau Siam Paragon. Perbedaan harganya bisa mencapai 2 kali lipat kalau beli di mall.

Tas dan dompet etnik khas Thailand dibanderol mulai Baht 50 sampai Baht 200, tergantung besar kecil ukurannya. Gantungan kunci bentuk Gajah atau landmark Thailand dapat dibeli dengan harga Baht 100 saja. Kalau kamu mau beli celana atau kain etnik, sebaiknya cari di kawasan wisata karena para pedagang rata-rata menjualnya dengan harga yang sangat murah, sekitar Baht 100 per item. Bahkan kalau beli banyak, bisa dikasih diskon sama penjualnya. Barang-barang tersebut bisa kamu temukan dengan mudah di dekat kawasan kuil atau tempat wisata lainnya.


TIKET MASUK TEMPAT WISATA

Banyak tempat wisata yang patut dikunjungi di sana, jadi kalau lagi di sana maka sempatkanlah untuk mampir ke salah satunya. Soal harga tiket masuk di sana pun terbilang murah. Misalnya saja sewaktu saya berkunjung ke Wat Pho, saya hanya perlu membayar tiket Baht 100 saja plus free 1 botol air minum kemasan yang bisa diambil di tempat yang telah disediakan pengelola. Tiket masuk ke Wat Arun sebesar Baht 50 atau Wat Saket sebesar Baht 20. Namun, ada juga tempat wisata yang agak merogoh kocek seperti halnya tiket masuk ke Grand Palace sekitar Baht 500. Overall, harga tiket masuk kawasan wisata di sana gak terlalu mahal, bahkan cenderung murah banget.


Dengan adanya yang serba murah di atas, saya gak perlu khawatir soal akomodasi selama di sana. Cukup bawa uang 2 juta pun sudah bisa wara-wiri ke mana-mana. Rasanya kalau begitu, mau pergi ke sana lagi deh. Tapi ingat, jangan bawa uang terlalu banyak, soalnya takut malah kebablasan belanja ini itu. Sewaktu saya kembali ke Jakarta dan membuka dompet, ternyata saya masih punya sisa uang Baht 240. Lumayan lah, bisa buat tambahan uang jajan di sana lagi. Hahaha..

You Might Also Like

3 comments

  1. Hmmm... Thailand emang juara yaa kalau soal makanan dan jajajan. Tapi as a moeslem, agak susah ngga sih nyari makanan halal di thai? Dream list saya ke Thailand itu tahun depan, semoga kesampaian :)

    Salam kenal yaa
    www.gayaransel.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pernah ke thailand 4 tahun yang lalu sih, menurut saya agak susah cari makanan halalnya. Pdahal saya sudah pakai tour guide moeslim juga disana.

      Delete
    2. saya gak bisa jamin mbak soal kehalalannya, tapi ada banyak restoran fast-food macam kfc/mcd atau bergaya asia-melayu yang bisa dijumpai di sana. tapi sebaiknya jangan sembarangan makan di pinggir jalan (terutama macam bakmie atau chinese food) karena beberapa bumbu/bahannya memang tidak halal.

      Delete

INFORMATION

INFORMATION
Untuk informasi dan kontak, silakan hubungi email : mail.earthcircus[at]gmail.com atau bisa juga dikontak via DM Instagram: @addie_valent

Total Pageviews

Copyright

Tulisan yang dimuat pada situs ini adalah pandangan pribadi penulis yang bersifat opini dan personal. Semua konten yang dibuat di situs ini hanya ditujukan untuk membagi informasi dan rekreasi semata. Penulis tidak bertanggungjawab pada segala bentuk ketidak-akuratan maupun kelalaian penggunaan informasi yang ada pada halaman situs ini.

Kecuali disebutkan lain, tulisan dan foto yang ada di blog ini adalah milik penulis. Pengutipan tulisan dan pemakaian foto untuk tujuan non-komersial diperbolehkan, namun harus mencantumkan referensi link ke situs ini.