TRAVELING - Rumah Pohon Selfieable Di Curug Ciherang



Sebagai pecinta lingkungan halah, saya sangat antusias sekali kalau diajak pergi wisata alam. Rasanya itu seperti memeluk bumi sambil memuja keindahannya. Bagi sebagian orang yang sulit untuk bepergian dalam waktu yang lama, karena kendala pekerjaan dan kegiatan lainnya. Maka one day trip itu adalah koentji dari kebahagiaan yang hakiki.

Belakangan ini ada satu wisata alam yang kembali ngehits di telinga para traveller, namanya adalah Curug Ciherang. Curug yang terletak di Desa Warga Jaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor ini bisa dijangkau dengan 3-4 jam perjalanan dari Jakarta. Kali ini saya tidak membawa kendaraan pribadi untuk bisa sampai ke tempat ini, tetapi pergi bersama teman-teman dari Kemang Adventure. Jadi saya gak perlu repot mengurus persiapan apa-apa, cukup datang ke titik temu yang sudah diatur sebelumnya. That's it! Berhubung kemarin saya baru saja ngehost untuk sebuah acara perusahaan yang bikin lelah raga dan jiwa, saya akhirnya memilih untuk tidur sepanjang perjalanan. Asyik kan, makanya ikutan aja ngetrip sama Kemang Adventure. Yuhuuu..



Mendekati kawasan wisata tersebut, saya bisa melihat pegunungan di sisi kanan dan kiri jalan. Rute yang mendaki dengan kondisi jalan yang banyak lubangnya membuat saya lumayan terhempas ke sana kemari di dalam mobil elf yang saya tumpangi. Bahkan beberapa orang lainnya sempat muntah-muntah sewaktu berhenti sebentar di pinggir jalan. Eitss, tapi jangan patah semangat dulu ya. Percaya deh, usaha keras pasti berbuah manis!

Sesampainya di pintu gerbang kawasan, saya membayar tiket masuk sebesar Rp. 15,000.- saja. Kami pun turun dari kendaraan dan beristirahat sejenak di warung kecil yang ada di sana sambil menikmati bekal yang dibawa. Untuk mencapai curugnya, saya mesti berjalan kaki dari parkiran bawah sekitar 15 menit. Tapi kalau ke sana dengan sepeda motor atau mobil kecil, bisa dibawa sampai parkiran atas. Di tempat ini juga disediakan beberapa penginapan yang bisa disewa oleh pengunjung dan kebun strawberry. Sayangnya, saya tidak sempat pergi ke kebun strawberrynya kala itu.



Setelah makan siang, saya lanjutkan perjalanan ke atas dengan berjalan kaki melewati jalan berbatu yang lumayan terjal. Saya harus berhati-hati karena jalanan menjadi licin sehabis turun hujan yang cukup deras. Memasuki kawasan parkiran atas, kami disambut dengan rentetan warung kecil lainnya yang penuh dengan pengunjung yang sedang asyik bersantai. Tempat wisata ini memang selalu ramai di akhir pekan, makanya tak heran ada ratusan manusia yang memenuhi tempat ini. Perjalanan kembali dilanjutkan dengan mendaki undakan-undakan tangga batu yang disusun rapi. Dari sini, saya bisa melihat kokohnya Gunung Batu Jonggol lengkap dengan pemandangan sawah di kakinya.


Ada yang hobi foto-foto narsis? Nah, inilah spot yang selfie-able banget! Yakni Jembatan Kayu Gantung dan Rumah Pohon Ciherang. Dua spot wisata ini belum lama dibangun untuk menambah kesan apik di kawasan wisata ini. Cocok banget buat kamu yang mau selfie untuk dipajang di instagram. Harga tiket masuk yang mesti dibayar untuk menikmati kedua objek ini adalah Rp. 2,000.- untuk lima menit. Karena kemarin pengunjung sedang membludak, maka saya harus antri untuk bisa menapakkan kaki saya di rumah pohon ini. Pemandangan indah bisa kamu lihat dari titik ini. Sayangnya, waktu lima menit cepat berlalu sehingga saya harus buru-buru turun dari sana. Next!



Petualangan selanjutnya adalah menikmati Curug Ciherang, sang primadona. Kalau sudah main ke curug, berarti ini saatnya untuk: MANDI! Hahaha.. Curug setinggi kurang lebih 30 meter ini memiliki tiga undakan dengan arus air yang cukup deras. Saya harus ekstra hati-hati sewaktu turun ke air karena bebatuan yang ditutupi oleh lumut yang licin. Air yang mengalir di curug ini terlihat sangat jernih walaupun barusan turun hujan. Berhubung saya enggak mau bikin rusak kamera, jadi saya tidak membawanya turun ke air. Oh ya, jangan lupa untuk bersih-bersih setelah selesai nyemplung ke air ya karena di area lembab seperti ini biasanya ada banyak lintah yang bersembunyi. Kebetulan sekali, saya menemukan satu menempel di kaki saya. Huhuhu..




Setelah puas menikmati air curug yang super dingin itu, akhirnya kami semua beranjak kembali ke Jakarta. Di tengah perjalanan, kami sempat mampir sebentar untuk mengisi perut. Pilihan saya adalah sate dan soto ayam yang bisa bikin hangat badan. Menurut saya, Curug Ciherang ini adalah salah satu tujuan yang pas buat orang yang tidak punya banyak waktu luang tapi pengen sering-sering berwisata ke banyak tempat seperti saya. Jadi, tertarik untuk pergi ke sana?

Biaya perjalanan:
- Biaya tur sebesar Rp. 125,000.-
- Tiket masuk kawasan Curug Ciherang sebesar Rp. 15,000.-
- Tiket masuk Rumah Pohon sebesar Rp. 2,000.-/5 menit
- Retribusi Toilet sebesar Rp. 2,000.-
- Mie rebus telur dan segelas teh hangat sebesar Rp. 15,000.-
- Sate Ayam sebesar Rp. 15,000.-
- Soto Ayam sebesar Rp. 13,000.-

Disclaimer:
Beberapa foto diambil dari situs Backpacker Jakarta

You Might Also Like

0 comments

Blog Archive

Total Pageviews

BROUGHT TO YOU BY

BROUGHT TO YOU BY