TRAVELING - Situ Wanayasa Purwakarta


Beberapa waktu yang lalu saya pergi bersama teman-teman ke Purwakarta. Sebuah perjalanan satu hari yang menyenangkan bagi kami. Melihat pemandangan alam, menghirup udara segar, menatap pepohonan hijau hanya untuk sekedar melepas penat. Ibukota memang menjanjikan banyak hal tapi tidak dapat memberikan sensasi kesegaran seperti apa yang dimiliki oleh alam pedesaan yang masih asri.

Terasa sangat berbeda udaranya, langitnya pun berbeda. Ini seperti seseorang yang sedang berenang di air keruh dan jernih. Bagi kebanyakan masyarakat perkotaan, hal seperti ini terasa mahal harganya. Mahal karena kadang kita sendiri tak punya cukup banyak waktu untuk menghampirinya sehingga ketika ada momen self-retreat rasanya ingin menggapai semua tujuan yang mengugah rasa.


Agenda kami hari itu adalah makan sate maranggi yang terkenal banget di sana yaitu Sate Maranggi Cibungur. Tapi orang-orang seperti kami--yang gak mau rugi ini--pasti agak sedikit gak rela kalau pergi jauh hanya untuk sekedar makan saja. Jadi, kami juga merencanakan untuk mampir ke beberapa destinasi lokal lainnya. Salah satu destinasi itu adalah Situ Wanayasa yang terletak di Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta yang merupakan kawasan plesiran lokal favorit warga sekitar.


Berdasarkan hasil pencarian di Wikipedia diketahui bahwa obyek wisata ini memiliki luas sekitar 7 hektar dan terletak pada ketinggian 600 mdpl. Dari kejauhan, terlihat panorama Gunung Burangrang dengan ketinggian mencapai 2.064 meter yang konon katanya merupakan salah satu hasil letusan besar Gunung Sunda di masa lalu.

Di danau ini juga terdapat sebuah makam salah seorang pendiri Purwakarta yang juga Bupati Karawang ke-9 yang terletak di sebuah pulau kecil di tengah danau yang biasa disebut Pasir Mantri oleh warga sekitar. Beliau adalah R.A Suriawinata yang meninggal pada tahun 1927. Untuk mencapai makam tersebut hanya bisa dilalui dengan menggunakan perahu kecil dari pinggir danau. Beberapa wahana perahu bebek pun terlihat di sana yang dapat digunakan pengunjung untuk berkeliling danau. Sayangnya, kemarin kami tiba sudah terlalu sore sehingga tidak bisa menikmatinya.



Pada hari sabtu dan minggu banyak warga sekitar yang nongkrong di sana terutama mereka yang sudah berkeluarga. Apalagi kalau sudah memasuki masa libur sekolah atau menjelang lebaran, pengunjungnya bisa melonjak beberapa kali lipat. Tidak ada biaya sama sekali untuk menikmati destinasi wisata lokal ini. Kami pun tak perlu khawatir kelaparan karena banyaknya warung makanan di sekitar tempat ini seperti warung ikan / ayam bakar, ketan bakar, dan pastinya tak ketinggalan yaitu sate maranggi.


Sayangnya, beberapa waktu yang lalu ada pihak yang tidak dikenal merusak properti publik yang ada di sekitar danau, yaitu Patung Arjuna yang menjadi simbol kota ini. Patung dengan tinggi 7 meter itu ludes terbakar, menyisakan hanya potongan kakinya saja. Rencananya pihak Pemkab Purwakarta akan mengganti patung tersebut sekaligus melakukan pemugaran di sekitar wilayah danau sehingga bisa menjadi obyek wisata yang lebih menarik lagi.

Biaya perjalanan:
- Petrol sharing (dengan kendaraan pribadi)
- Tidak ada biaya masuk kawasan wisata
- Harga makanan mulai dari Rp. 25.000,-

You Might Also Like

0 comments

INFORMATION

INFORMATION
Untuk informasi dan kontak, silakan hubungi email : mail.earthcircus[at]gmail.com atau bisa juga dikontak via DM Instagram: @addie_valent

Total Pageviews

Copyright

Tulisan yang dimuat pada situs ini adalah pandangan pribadi penulis yang bersifat opini dan personal. Semua konten yang dibuat di situs ini hanya ditujukan untuk membagi informasi dan rekreasi semata. Penulis tidak bertanggungjawab pada segala bentuk ketidak-akuratan maupun kelalaian penggunaan informasi yang ada pada halaman situs ini.

Kecuali disebutkan lain, tulisan dan foto yang ada di blog ini adalah milik penulis. Pengutipan tulisan dan pemakaian foto untuk tujuan non-komersial diperbolehkan, namun harus mencantumkan referensi link ke situs ini.